|
-Berita Lingkungan Hidup - PDE JOMBANG, 02-01-2008 09:09 WIB - Silaturrohim Menteri Kehutanan MS. Ka’ban SE, MSi dengan para ulama, umat dan Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang berlangsung pada 25 Desember 2007. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Jombang Drs. H. Ali Fikri, Ir Sholahuddin Wahid, Drs. Hasib Wahab Hasbulloh selaku Pim. Ponpes Bahrul Ulum, serta Pimpinan Ponpes se Jawa dan Madura. Kehadiran para ulama Pondok Pesantren ini dalam rangka mendukung gerakan Pelestarian Hutan Nasional.
Silaturrohim Menteri Kehutanan MS. Ka’ban SE, MSi dengan para ulama, umat dan Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang berlangsung pada 25 Desember 2007. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Jombang Drs. H. Ali Fikri, Ir Sholahuddin Wahid, Drs. Hasib Wahab Hasbulloh selaku Pim. Ponpes Bahrul Ulum, serta Pimpinan Ponpes se Jawa dan Madura. Kehadiran para ulama Pondok Pesantren ini dalam rangka mendukung gerakan Pelestarian Hutan Nasional. Wakil Bupati Jombang Drs. H. Ali Fikri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang dalam rangka mendukung Pelestarian Hutan telah melaksanakan Konggres Masyarakat Desa Hutan (LMDH I se Jawa- Madura di Kab. Jombang), melaksanakan Gerakan Kecil Menanam Dewasa Memanen, selain itu setiap anak di Jombang yang baru lahir diberi bibit tanaman untuk ditanam dirumahnya, yakni ada 5 bibit. 1 bibit untuk ditanam oleh Kabupaten, 1 bibit ditanam untuk Desa dan 3 bibit bagi yang menanam. “Kalau KB saja didukung para Ulama bisa berhasil, pelestarian hutan pasti juga akan berhasil jika didukung oleh para Kiai”, kata Ali Fikri. Menteri Kehutanan DR. MS. Ka’ban SE, MSi mengajak seluruh masyarakat termasuk Pondok Pesantren untuk mendukung Gerakan Pelestarian Hutan Nasional mengingat kondisi hutan Indonesia ibarat manusia mengalami penyakit kanker stadium IV. Tetapi MS Ka’ban tidak akan pasrah begitu saja, usaha rehabilitasi, konservasi dan menanam hutan kembali, akan terus dilakukan. Dari 120 juta hektar hutan Indonesia 59 juta hektar dalam kondisi rusak. Pemerintah melalui APBN telah menyiapkan anggaran 1 Milyar Dollar untuk perbaikkan hutan. Padahal menurut MS Ka’ban untuk memperbaiki seluruh hutan yang rusak di Indonesia dibutuhkan 216 Trilyun Rupiah. Dan ini akan membutuhkan waktu 112 tahun. Pada kesempatan tersebut MS Ka’Ban mengatakan bahwa pada tahun 2008 akan dicanangkan gerakan Cucu Menanam, Cucu Memanen. |