Archive for May 9th, 2008

Kampoeng Ilmu Jadi Wisata Pendidikan

SURABAYA - Makin banyak kelompok masyarakat yang peduli terhadap perkembangan Kampoeng Ilmu, sentra PKL buku bekas di Jalan Semarang Nomor 55. Misalnya, para dosen UK Petra dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Pimpinan Pusat Olahraga Seni dan Barongsai Indonesia (Persobarin), serta ketua tempat ibadah Jawa Timur.

Ketiga elemen Jawa Timur itu mengaku berempati terhadap perjuangan para PKL buku bekas dalam menghidupkan sentra perdagangan buku murah. Lantas, dibentuklah panitia pengembangan program-program Kampoeng Ilmu. Ditunjuk sebagai ketua panitia adalah Sidharta Adhimulya. Dia mengatakan, keinginan mengembangkan Kampoeng Ilmu berawal dari keluh kesah para pedagang. “Kami ini kan kebetulan langganan mereka. Para PKL curhat ke kami. Katanya, sejak relokasi ini, omzet mereka turun. Mereka berinisiatif jualan pada malam juga. Lantas, kami bantu untuk listriknya,” paparnya.

Nanti, jelas Sidharta, Kampoeng Ilmu tak sekadar tempat perdagangan buku bekas. Namun, juga mengusung misi mengajak masyarakat untuk menyukai membaca. “Kami ingin tempat ini menjadi wisata pendidikan,” ujarnya. Beberapa program penting sudah disiapkan. Antara lain, kursus membaca gratis, diskusi, pelatihan, seminar, bedah buku, dan taman baca. Di bidang sosial, para PKL diajak mengembangkan sarana olahraga, pengobatan gratis, dan membangun pendapa serbaguna. “Kami juga ingin tempat ini dapat menggerakkan roda perekonomian. Praktis, meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah, Red),” ujarnya.

Lebih lanjut, Sidharta menjelaskan, pelanggan PKL buku bekas tak hanya berasal dari Surabaya. Banyak juga para pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia Timur. “PKL buku bekas ini terbesar di Jawa Timur. Karena itu, kita harus bangga dan ikut mengembangkannya,” ujarnya.

Kegiatan wisata pendidikan, seperti galeri seni rupa, pengajian umum, dan pentas seni, juga bakal diadakan. Karena itu, kata Budi Santoso, salah seorang PKL, saat ini mereka sedang membangun pendapa. “Anggarannya swadaya kita sendiri. Pendapa itu akan digunakan untuk berbagai acara,” tuturnya. Budi merasa senang lantaran berbagai pihak turut membantu perkembangan Kampoeng Ilmu. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemkot yang sudah menyediakan lahan relokasi ini,” katanya.

Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra Rully Damayanti juga bakal membantu perencanaan dan penataan ruang di Kampoeng Ilmu. Kemarin (8/5) mereka meninjau lokasi tersebut. “Tempat ini benar-benar berpotensi untuk dikembangkan,” tuturnya. (kit/oni)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 9th, 2008

Mulai Batik, hingga Makanan Suroboyoan

Ada banyak cara yang dilakukan untuk merayakan Surabaya Shopping Festival (SSF) 2008. Di Mercure Grand Mirama Surabaya dilaksanakan serangkaian acara. Di antaranya Surabaya Food Festival, Pameran Batik dan Handicraft, serta pameran lukisan “Soerabaja Tempo Doeloe dan Kini”. Seluruh acara tersebut digelar selama Mei 2008.

Di pameran batik dan handicraft yang digelar di Coffee Café, Lobby Level, menyediakan berbagai kerajinan tangan. Mulai dari patung, mangkuk, serta pigura yang terbuat dari kayu. Selain itu, pameran tersebut juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berkreasi. Syaratnya, cukup membayar Rp 25 ribu.

“Pengunjung bisa belajar seni membatik pada sapu tangan yang telah disediakan, kemudian bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan,” kata General Manager Hotel Mercure Grand Mirama, Neil GOW.

Tidak hanya itu, disediakan juga peralatan batik komplit. Untuk mendapatkannya, pengunjung cukup membayar Rp 275 ribu. Peralatan tersebut di antaranya kompor, wajan, canting, saringan malam, malam, sarung tangan, serta pewarna batik.

Selain pameran batik dan handicraft, dilaksanakan juga acara lainnya. Yaitu Surabaya Food Festival. Di acara tersebut disediakan berbagai jenis hidangan khas Surabaya. Pilihan hidangan utama di antaranya nasi krengsengan kambing, lontong kikil, nasi rawon buntut, lontong balap, lontong semanggi, nasi atau lontong sate kelapa, rujak cingur, lontong soto mie, tahu campur, dan nasi asem-asem bandeng. Hidangan penutupnya juga beragam. Mulai dari es degan, es cendol dan es cincau.

Bagi pecinta lukisan, bisa menyaksikan pameran lukisan “Soerabaja Tempo Doeloe dan Kini” di Trimurti Lounge, Lobby Level. “Dalam pameran tersebut kami bekerjasama dengan KPJT (Komunitas Pelukis Jawa Timur),” kata Neil.(rth/kum)

Source: Jawa Pos Online

Add comment May 9th, 2008


Calendar

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Posts by Month

Posts by Category